Amankah Travelling Meski Sudah Menerima Vaksin

Amankah Travelling Meski Sudah Menerima Vaksin –¬†Kondisi Indonesia serta dunia lebih dari satu tahun ini dilanda yang namanya virus Covid-19 (Corona Virus Disease) atau disebut juga dengan virus corona dan sudah menjadi pandemi. Selama itu pula, semua aktivitas serta kegiatan yang harus ¬†dilakukan di luar rumah mulai dibatasi.

Untuk mencegah penularan virus corona, pemerintah Indonesia khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya memberikan arahan untuk tidak berkerumun dan menghindari  untuk bepergian ke luar rumah jika tidak perlu.

Setelah semua aktivitas pembatasan yang dilewati, pemberian vaksinasi Covid-19 seakan memberi angin segar dan harapan untuk bisa kembali beraktivitas di luar rumah.

Baca juga : Barang Yang Wajib Dibawa Saat Pergi Travelling

Namun, apakah setelah divaksin artinya sudah bebas travelling? Jangan buru-buru! Meski sudah mendapat vaksin Covid-19, nyatanya ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan.

Vaksin Covid-19 memang diberikan untuk membangun kekebalan tubuh dan menurunkan risiko munculnya gejala saat terinfeksi virus. Namun, vaksin tersebut membutuhkan waktu untuk membangun kekebalan tersebut.

Artinya, meski sudah divaksin, bukan berarti bisa bebas bepergian tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Fakta Vaksin Corona dalam Membangun Kekebalan Tubuh

Vaksinasi diberikan untuk membangun kekebalan tubuh dan melindungi dari infeksi. Secara umum, vaksin merupakan zat yang terbuat dari virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan.

Setelah mendapat vaksin, tubuh akan mengenalinya sebagai zat asing lantas membangun perlindungan. Sehingga, saat virus yang sebenarnya menyerang, tubuh sudah memiliki sistem pertahanan. Hal itu bisa membantu menurunkan risiko munculnya penyakit akibat infeksi virus.

Perlu diketahui, meski sudah divaksin, bukan berarti tubuh akan langsung membangun sistem pertahanan. Dibutuhkan waktu untuk mencapai hal tersebut. Untuk vaksin corona, dibutuhkan waktu setidaknya dua minggu setelah dosis vaksin kedua disuntikkan.

Dengan kata lain, sebelum dua minggu sistem kekebalan tubuh dari virus mungkin sudah terbentuk, tetapi belum bekerja dengan sempurna.

Apakah artinya setelah vaksinasi tetap tidak boleh travelling?

Sebenarnya boleh-boleh saja, selama dilakukan dengan cara-cara yang tepat. Meski sudah divaksin, kamu tetap harus menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, dan mengenakan masker saat berada di luar rumah atau di tempat ramai.

Kamu mungkin boleh mengunjungi atau bertemu tanpa masker dengan orang-orang yang juga sudah divaksin. Namun, hal ini sebaiknya dibatasi terlebih jika tidak terlalu penting.

Vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia sudah berjalan dan masih terus dilakukan. Di Indonesia, beberapa kelompok orang sudah mendapat vaksin corona, mulai dari tenaga kesehatan, pekerja publik, hingga lansia.

Kendati begitu, aktivitas di luar ruangan, terutama yang sifatnya menciptakan kerumunan, sebaiknya dibatasi. Apalagi, Indonesia masih dalam proses untuk mencapai terwujudnya herd immunity alias kekebalan kelompok.

Melansir laman Covid19.go.id, hingga 31 Maret 2021, ada sekitar 8 juta orang yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Serta ada total 3,7 juta orang yang sudah mendapat vaksin tahap kedua.

Pemerintah Indonesia menargetkan vaksin corona bisa diberikan pada 181,5 juta orang Indonesia. Sambil menunggu giliran mendapatkan vaksin corona, ada baiknya untuk selalu menjaga kesehatan dan menahan diri untuk melakukan perjalanan atau bepergian. Dengan begitu, mata rantai penularan virus corona bisa segera diputus.

Selain menunda bepergian, mencegah risiko penularan virus juga bisa dilakukan dengan selalu menjaga kesehatan tubuh. Menerapkan gaya hidup sehat dan lengkapi dengan konsumsi multivitamin khusus bisa membantu menurunkan risiko penyakit.

 

Sumber artikel

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *