Mempersiapkan Sepuluh Bali Baru Untuk Wisata

Program pengembangan 10 destinasi baru setingkat Bali diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dengan negara-negara Asean seperti negara Thailand. Bali masih menjadi destinasi utama dalam peningkatan kunjungan wisata di Indonesia.  Secara jumlah kunjungan  wisatawan mancanegara (wisman), Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara Thailand yang mempersiapkan sejak 3 dekade lalu.

Menurut Hiramsyah S Thaib selaku Ketua Tim Percepatan Pembanguan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas terdapat 10 destinasi baru sebagai prioritas. Sepuluh destinasi baru prioritas tersebut diharapkan dapat  menarik wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Indonesia.

Sepuluh destinasi baru prioritas tersebut antara lain adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai serta Borobudur.

 

Mempersiapkan Sepuluh Bali Baru Untuk Wisata

Danau Toba

Untuk proses pembangunan infrastruktur-nya, maka harus memperhatikan pembangunan kawasan masing-masing destinasi. Karena infrastruktur sendiri dibangun dalam konteks membangun sektor yang memberikan manfaat multi effect  yang besar khususnya untuk wilayah destinasi yang bersangkutan.

Dipilihnya pariwisata sebagai ekonomi utama bukan tanpa sebab. Hiramsyah mengatakan bahwa indonesia cukup kesulitan jika menghadapi negara-negara lain yang sudah memiliki  keunggulan pada masing-masing sektor.

Jika kita berbicara tentang otomotif, tidaklah mudah bersaing dengan negara-negara seperti Jepang, Korea. Kemudian bicara manufacturing tidak mudah bersaing dengan negara China. Lalu bicara tentang IT (High Technology) tidak mudah bersaing dengan negara Amerika apalagi Korea dan Jepang.

Namun, suatu negara harus miliki sektor unggulan dalam meningkatkan devisa negara. Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi pilihan dan dianggap sebagai inti ekonomi Indonesia.

Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam dan budaya terbaik di dunia. Indonesia memiliki 17 ribu pulau dan 800 etnik suku bangsa. Modalnya sudah diberikan oleh yang Maha Kuasa.

Pada tahun 2006, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia hanya ada 6,32 juta kunjungan. Pada tahun 2018 telah mencapai 15,81 juta kunjungan. Sedangkan pada tahun 2018 negara Thailand kedatangan 38 juta kunjungan wisatawan dan tahun ini ditargetkan mencapai 41 juta kunjungan.

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri bisa terus meningkat, termasuk melampaui negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Malaysia dalam mendatangkan wisatawan.Indonesia mempunyai peluang, secara grafik ada tren yang terus membaik. apalagi didukung adanya 10 destinasi wisata yang baru setingkat bali.

Sumber artikel : cnbcindonesia.com

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *